Di Pulau Samalona, Bareng AngingMammiri

Pulau Samalona adalah sebuah pulau kecil, berpasir putih, berpohon-pohon besar, bersih, dasar lautnya indah, dan berjarak sekitar 40 menit dari kota Makassar jika ditempuh dengan perahu motor.

Kalau tertarik berliburan ke sana, dari kota Makassar kamu bisa berangkat melalui Pelabuhan Bangkoa (berada di sekitaran Jalan Penghibur, tidak jauh dari Pantai Losari). Di pelabuhan bangkoa, kamu bisa menyewa perahu motor (perahu kayu) yang muat hingga 10 orang, dengan biaya sekitar Rp. 35.000 per orang.

Dari pelabuhan, perjalanan ke Pulau Samalona ditempuh selama 40 menit. Berdoalah agar ombak tidak besar saat perjalanan (hehehe). Ketika sampai, kamu bisa menyewa rumah-rumah penduduk sebagai base camp, seharga Rp. 200.000.

Setelah itu, nikmatilah semua keindahan pulau, pasir putih, dan kehidupan dasar lautnya yang indah. (Tentunya kamu butuh perlengkapan snorkel untuk ini).

Selamat berlibur.

Ngomong-ngomong, hari Minggu (9 Januari 2011) kemarin, Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri mengadakan trip satu hari di Pulau Samalona.

Berikut ini foto-fotonya (photographed by: Andy Hardiyanti Hastuti & Mustamar Natsir):

Tuntutlah Ilmu Sampai ke Puntondo (II)

Tulisan ini adalah tulisan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya, “Tuntutlah Ilmu Sampai ke Puntondo (I)“.

————————–

Pagi itu adalah pagi yang dingin karena sesaat setelah subuh hujan yang lumayan lebat sempat mengguyur sebentar. Beberapa teman yang menginap di asrama (kami menyebutnya dengan ‘Anak Asrama’, dan sekaligus mengangkat Zamroni sebagai ‘Kepala Asrama’-nya), menyempatkan shalat shubuh meski agak terlambat, lalu bersiap-siap untuk sarapan. Hanya Made yang terus terlelap, hingga hampir melewatkan waktu sarapan. Continue reading

Tuntutlah Ilmu Sampai ke Puntondo (I)

Mobil APV itu harus didorong beberapa belas meter sebelum berhasil dihidupkan. Lalu, mobil yang kami tumpangi itu membelah udara Makassar yang masih lembab sehabis hujan satu jam sebelumnya yang turun sangat lebat.

Herman Laja, kawan saya menjadi supir kali ini. Ical di kursi belakang sedang memegangi nasi bungkus, yang seharusnya jadi menu makan siang. Di kursi belakang duduk pula Zamroni, tamu kehormatan kami dari Jakarta untuk mewakili SalingSilang sebagai sponsor acara. Kami pun meluncur menuju dusun Puntondo di Kabupaten Takalar, 60 kilometer dari Kota Makassar. Continue reading