Namaku baru

portrait-mustamarSetelah blog saya yang sebelumnya raib, layaknya ikan asin yang digondol kucing item, jelek dan kotor, saya kembali membuat blog. Dengan nama baru, dan tema yang baru, dengan mengucap Bismillaahirrahmaanirrahiim, saya membuka dan meresmikan blog ini. Semoga dapat memberikan nuansa baru bagi kehidupan kita yang lebih baik, damai, dan sejahtera. Amin, amin, ya Rabbal Aalamiin… (serasa menjadi gubernur, sedang meresmikan proyek baru provinsi)

Di Pulau Samalona, Bareng AngingMammiri

Pulau Samalona adalah sebuah pulau kecil, berpasir putih, berpohon-pohon besar, bersih, dasar lautnya indah, dan berjarak sekitar 40 menit dari kota Makassar jika ditempuh dengan perahu motor.

Kalau tertarik berliburan ke sana, dari kota Makassar kamu bisa berangkat melalui Pelabuhan Bangkoa (berada di sekitaran Jalan Penghibur, tidak jauh dari Pantai Losari). Di pelabuhan bangkoa, kamu bisa menyewa perahu motor (perahu kayu) yang muat hingga 10 orang, dengan biaya sekitar Rp. 35.000 per orang.

Dari pelabuhan, perjalanan ke Pulau Samalona ditempuh selama 40 menit. Berdoalah agar ombak tidak besar saat perjalanan (hehehe). Ketika sampai, kamu bisa menyewa rumah-rumah penduduk sebagai base camp, seharga Rp. 200.000.

Setelah itu, nikmatilah semua keindahan pulau, pasir putih, dan kehidupan dasar lautnya yang indah. (Tentunya kamu butuh perlengkapan snorkel untuk ini).

Selamat berlibur.

Ngomong-ngomong, hari Minggu (9 Januari 2011) kemarin, Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri mengadakan trip satu hari di Pulau Samalona.

Berikut ini foto-fotonya (photographed by: Andy Hardiyanti Hastuti & Mustamar Natsir):

Tuntutlah Ilmu Sampai ke Puntondo (II)

Tulisan ini adalah tulisan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya, “Tuntutlah Ilmu Sampai ke Puntondo (I)“.

————————–

Pagi itu adalah pagi yang dingin karena sesaat setelah subuh hujan yang lumayan lebat sempat mengguyur sebentar. Beberapa teman yang menginap di asrama (kami menyebutnya dengan ‘Anak Asrama’, dan sekaligus mengangkat Zamroni sebagai ‘Kepala Asrama’-nya), menyempatkan shalat shubuh meski agak terlambat, lalu bersiap-siap untuk sarapan. Hanya Made yang terus terlelap, hingga hampir melewatkan waktu sarapan. Continue reading

Sarapan Restorasi Somba Opu

Kawan, berikut ini kutipan lengkap testimoni Muhlis Paeni atas Prof. A. Amiruddin, mantan Gubernur Sulawesi Selatan dan mantan Rektor Universitas Hasanuddin, yang menggagas restorasi Benteng Somba Opu di tahun 1989, yang saya ambil dari buku Maha Guru di Mata Para Guru, A.Amiruddin 75 Tahun.

Salah satu kutipan yang menarik adalah:

“…

Ini satu hal yang luar biasa dan tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain. Dan, belum pernah saya temukan tindaklanjut dari imajinasi seperti ini untuk digunakan ke hal-hal yang lebih praktis. Kini, Sulawesi Selatan sudah ditetapkan sebagai salah satu daerah unggulan pariwisata, di samping Sumatra Barat, Sulawesi Utara, NTB, dan NTT. Apalagi yang kita harus tunggu? Hanya satu, yakni kesepakatan kita bersama untuk bersama-sama menjadikan satu payung kegiatan kepariwisataan kita tanpa menggadaikan nilai, harkat, dan martabat kita.

…”

Selamat membaca,… Continue reading